Kreatif” hanyalah sebuah kata pendek dan sederhana. Namun, berkat pemikiran kreatif, kesuksesan besar, semisal kemajuan teknologi, industri, dan bidang lain, terjadi.
Tidak berlebihan bila dikatakan,
berpikir kreatif merupakan kunci keberhasilan.
Lalu, bagaimana cara untuk bisa berpikir kreatif?
Lalu, bagaimana cara untuk bisa berpikir kreatif?
Berikut ini cara yang bisa dicoba:
- Berpikir, semua bisa dilakukan
Yakinlah, sesuatu yang akan kita
kerjakan mampu kita selesaikan. Artinya, harus optimis. Buang ungkapan bernada
pesimis. Misal, ”Saya mungkin bisa mengerjakan”. Ganti dengan ungkapan penuh
optimisme. Contoh, ”Saya pasti bisa mengerjakannya”, ”Bagi saya tidak ada kata
menyerah!”.
Pernyataan optimis melatih kita
berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun berkembang, karena dipaksa memeras
otak untuk mewujudkan tekad itu.
- Hilangkan cara berpikir
konservatif
Pola berpikir konservatif ditandai
dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu
menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatif, perubahan
ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa
nyaman atau diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk mengubah
pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian.
Hendaknya disadari, cara berpikir
konservatif memasung pemikiran kreatif karena pikiran dibekukan oleh sesuatu
yang statis. Padahal dalam berpikir kreatif unsur statis semestinya
dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk
menemukan pola pikir efektif.
Ada tiga cara mengurangi atau
menghilangkan pola berpikir konservatif.
Pertama, terbuka terhadap masukan. Masukan
adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi “barang
jadi” lewat pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan
kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif.
Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar
bidang kita. Untuk ”memperkaya” diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu
yang berbeda dari biasanya.
Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut ”menjemput bola” dalam
menghadapi sesuatu, dan bukan ”menunggu bola”. Bertindak proaktif berarti
membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan matang. Ini
bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir.
( from Kompas.com )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar